PERJALANAN MENJADI SAHABAT RUMAH BELAJAR TAHUN 2020
Tahun 2020 tentu mempunyai catatan yang kelam bagi dunia termasuk Indonesia. Pandemi Covid 19, meluluh lantakkan tatanan kehidupan semua negara yang ada di dunia. Kehidupan manusia dipaksa melambat aktivitasnya diakibatkan adanya himbauan social distancing.
Meski wajah dunia pendidikan ikut terkejut akan musibah ini, namun Pemerintah tetap berusaha menjalankan agenda kegiatan yang sudah dijadwalkan selama masih bisa dilaksanakan meski perlu penyesuaian di sana-sini. Kegiatan Pembatik yang sudah memasuki tahun keempat tetap dapat dilaksanakan meski terdapat penyesuaian dalam moda pelaksanaannya. Pembatik adalah Program peningkatan Kompetensi Guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini meliputi 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi.
Bagi saya kegiatan pembatik ini menjadi tahun kedua pastisipasinya. Tahun 2019 saya mengikuti kegiatan pembatik dari level 1, level 2, sampai pada level 3. Tahun 2019 saya anggap jadi tahun "bangun tidur"nya saya dari tidur panjang sebagai guru. Sebelumnya saya merasa kegiatan sebagai guru hanya diisi dengan mengajar dan mengajar dan lupa meng-upgrade diri dengan keterampilan penunjang guru termasuk keterampilan TIK.
Berangkat dari keberhasilan menjadi 30 besar Sahabat Rumah Belajar Sumsel tahun 2019, masih ada rasa ingin belajar yang besar tentang keterampilan TIK. Tahun 2020 tepatnya bulan Mei, di WAG ada pemeberitahuan dari DRB Sumsel tahun 2019 bahawa ada jalur khusus bagi SRB tahun 2019 untuk ikut Pembatik 2020 langsung ke level 3. tiba-tiba muncul rasa ingin kembali belajar bersama sekaligus reunian dengan rekan SRB Sumsel 2019. Jadilah saya mendaftar di level 3 gelombang 1. Terlebih materi di level 3 tahun 2020 berbeda dengan level 3 tahun 2019. Ada tambahan materi pembuatan media pembelajaran interaktif, selain dari materi pembuatan video pembelajaran. Jadi tantangan tersendiri untuk belajar karena sebelumnya saya sama sekali tidak mengetahui tentang aplikasi articulate storyline yang digunakan untuk membuat Media Pembelajaran Interaktif.
Ternyata pas masuk ke kelas pembatik level 3 gelombang 1, ada rasa minder juga muncul. Ternyata yang masuk kelas level 3 gelombang 1 lebih dari 1000 peserta. Terlebih lagi sering sharing di telegram tentang tugas yang dibuat peserta, semuanya bagus-bagus. Mencoba menyemangati diri, jangan jadikan lulus level 4 sebagai tujuan tapi niatkan untuk menimba ilmunya. Akhirnya Selama seminggu belajar mandiri dari tutorial di youtube bagaimana membuat media pembelajaran interaktif menggunakan articulate storyline.
Saat pengumuman peserta yang masuk ke level 4 provinsi Sumatera Selatan, masih serasa tidak percaya ternyata masih diberi kesempatan untuk lanjut ke level 4. Meski sedikit kecewa karena ternyata dari SRB Sumsel tahun 2019 yang ikut tahun ini, hanya saya yang mewakili lanjut ke level 4. Tentunya bersyukur juga karena masih diberikan kesempatan untuk upgrade ilmu lagi. Terima kasih Rumah belajar, terima kasih Pusdatin, kesempatan kedua ini akan benar-benar saya jadikan upaya memperbaiki diri untuk lebih berbagi dan memperkenalkan Rumah Belajar lebih luas lagi agar bermanfaat untuk negeri.






0 komentar:
Posting Komentar